MAKALAH TEORI MUSIK (POLA RITME DAN NOTASI MUSIK)

 

MAKALAH  

TEORI MUSIK 

(POLA RITME DAN NOTASI MUSIK)

DOSEN PENGAMPU:  

PUTRI RAMADHANI, M.A  

  

 

Disusun oleh:  

Rizki Wahyunita   

Rosdiana Br. Sembiring  

  

     

  

MATA KULIAH : KETERAMPILAN MENYANYI DAN MUSIK  

SEKOLAH TINGGI ILMU TARBIYAH AL WASHLIYAH  KOTA BINJAI  

2023  

 

  

  

KATA PENGANTAR  

 

Segala puji syukur atas kehadirat Allah Swt, yang telah melimpahkan rahmat, taufik dan hidayah-Nya kepada seluruh umat manusia, sehingga kami dapat menyelesaikan tugas makalah ini tepat pada waktunya. 

Shalawat serta salam tetap terlimpahkan kepada Nabi besar Muhammad SAW yang membawa kita dari zaman yang gelap menuju zaman yang terang benderang ini yakni dengan agama islam. 

Tidak lupa kami mengucapkan terima kasih kepada dosen pengampu yang telah memberikan pengarahan yang sangat berarti bagi penyusun makalah ini. 

Selanjutnya ucapan terima kasih kepada rekan-rekan yang telah membantu hingga terselesaikannya makalah ini. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi pembacanya serta dapat menambah ilmu pengetahuan dan pemahaman pada pembahasan makalah ini, aamiin. 

Penyusun menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan, karena kesempurnaan hanyalah milik Allah SWT. Untuk itu kritik dan saran sangat kami harapkan dari para pembaca demi perbaikan dan pengembangan makalah ini. 

Demikianlah makalah ini dibuat, semoga dapat bermanfaat bagi penyusun khususnya dan pembaca pada umumnya. 

 

 

Binjai,   September 2023 

 

Penulis  

  

              

i  

  

DAFTAR ISI  

  

  

PENDAHULUAN .................................................................................................... i 

DAFTAR ISI............................................................................................................. ii  

BAB I PENDAHULUAN  

A. Latar Belakang ................................................................................................. 1 

B.Rumusan Masalah ............................................................................................. 1 

C. Tujuan ............................................................................................................... 2  

BAB II PEMBAHASAN 

A.  Pengertian Musik .............................................................................................. 3 

B.  Teori Musik ...................................................................................................... 5 

C.  Pola Ritme ........................................................................................................ 6 

D.  Notasi Musik .................................................................................................... 7  

BAB III PENUTUP 

A.  Kesimpulan ....................................................................................................... 9 

B.  Saran ................................................................................................................. 9 

  

DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................... 10

ii


BAB I 

PENDAHULUAN 

A.        Latar Belakang 

Seperti yang sudah kita ketahui, bahwa manusia dilahirkan tidak terlepas dari kodrat yang sudah ditentukan oleh Tuhan Yang Maha Esa. Mulai lahir, mereka sudah diberikan pengetahuan, bakat, dan kemampuan masing – masing dalam mengapresiasikan seni dalam kehidupannya. Setiap manusia mempunyai cara yang berbeda – beda dalam mengapresiasikan seni. ada yang dituangkan dalam suatu cat dan dilukiskan dalam sebuah kertas, tembok, alat – alat transportasi, bahkan pada bagian tubuh manusia. Selain itu juga ada yang diapresiasikan melalui buku – buku yang bias dalam bentuk novel, kolakolaborasi antara gambar dan kata – kata (komik), ada juga mengapresiasikannya melalui sebuah gambar yang bergerak, baik itu karton maupun suatu film. 

Selain itu juga banyak sekali orang mengapresiasikan kedalam bentuk syair yang sangat indah, dengan diiringi musik. Karena setiap manusia tidak sama,dalam pengapresiasikannya Sehingga seni, terutama seni musik berkembang dan berevolusi tanpa ada batasnya. Didunia ini tidak terhitung jumlah musik yang ada sekarang, karena perkembangannya tanpa mengenal waktu dan tempat. Disitu ada manusia maka seni terutama seni musik akan berkembang tak terkendali. Bahkan di Indonesia sendiri mempunyai berbagai macam seni musik, baik itu yang tergolong dalam musik tradisional, campuran antara tradisional, dan modern. 

Bertolak belakang dari uraian diatas, seni juga tidak terlepas dari kebudayaan masing – masing daerah. Sehingga antara daerah yang satu dengan yang lainnya akan memberikan nuansa seni musik yang berbeda pula. Selain itu juga masih banyak yang belum mengerti tentang seni, terutama seni musik. Belum mengerti disini maksudnya, masih belum mengenal apakah seni itu? Padahal apa yang dilakukaanya terkadang dapat dikategorikan sebagi suatu seni, tanpa orang tersebut menyadarinya.[1]  

B.        Rumusan Masalah 

1.         Apa yang dimaksud dengan musik? 

2.         Apakah teori musik itu? 

3.         Apa yang itu Pola Ritme? 

4.         Apa yang dimaksud dengan notasi musik? 

 

C.        Tujuan 

Berdasarkan beberapa uraian diatas, maka ada beberapa tujuan yang akan diperoleh dari penyusunan makalah ini. Tujuan – tujuan tersebut antara lain : 

1.         Mengetahui pengertian musik  

2.         Mengetahui teori musik 

3.         Mengetahui tentang pola ritme 

4.         Mengetahui tentang Notasi Musik 

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

BAB II  

PEMBAHASAN  

  

A. Pengertian Musik 

Etimologi kata “musik” berasal dari bahasa Inggris music. Sedangkan kata “music” berasal dari bahasa Yunani mousikê. Kata tersebut digunakan untuk merujuk kepada semua seni yang dipimpin oleh Muses. Namun, kebanyakan seni yang dipimpin oleh Muses berupa seni musik dan puisi. Kemudian di Roma, kata ars musica digunakan untuk mengistilahkan puisi yang menggunakan instrumen musik.  

Seni adalah kemampuan membuat sesuatu dalam hubungannya dengan upaya mencapai suatu tujuan yang telah ditentukan oleh gagasan tertentu. Sedangkan musik adalah suara yang disusun sedemikian rupa sehingga mengandung irama, lagu, dan keharmonisan. Jadi, bisa disimpulkan bahwa seni musik adalah sarana ekspresi seorang seniman yang menggunakan suara yang disusun sedemikian rupa baik dengan menggunakan alat musik maupun suara vokal. 

  

Unsur Unsur Seni Musik  

          Masuk lebih dalam ke pemahaman seni musik, dasar pertama yang harus kita ketahui adalah unsur unsur seni musik itu sendiri. Perlu Anda ketahui bahwa, musik terdiri atas 8 unsur pembentuk. Unsur-unsur musik tersebut antara lain melodi, irama, birama, tangga nada, harmoni, tempo, dinamika, dan timbre 

1.  Melodi 

          Melodi adalah suatu kesatuan frase yang terdiri dari nada-nada dengan urutan, interval, dan tinggi rendah yang teratur.  Di antara unsur-unsur seni musik yang lain, melodi diannggap sebagai unsur yang menjadi daya tarik musik itu sendiri. Adapun untuk menghasilkan melodi, para seniman musik biasanya menggunakan perkusi atau alat musik melodis lainnya seperti piano, gitar, atau bonang. 

 

 

 

2.  Irama 

          Irama (ritme) adalah pergantian panjang pendek, tinggi rendah, dan keras lembut nada atau bunyi dalam suatu rangkaian musik. Secara sederhana, irama dapat didefiniskan sebagai penentu ketukan dalam musik. Adapun timbulnya unsur seni musik yang satu ini biasanya disebabkan oleh perulangan bunyi, panjang pendek kata dalam lagu, atau karena pergantian tekanan-tekanan kata. 

3.  Birama 

        Birama adalah unsur seni musik yang berupa ketukan atau ayunan berulang-ulang yang datang dengan teratur pada waktu yang sama. Penulisan birama biasanya ditulis dalam angka pecahan seperti 2/4, 3/4, 2/3, dan seterusnya. Angka di atas tanda “/” (pembilang) menunjukan jumlah ketukan, sedangkan angka di atas tanda “/” (penyebut) menunjukan nilai nada dalam satu ketukan. Birama yang nilai penyebtnya genap disebut birama bainar, sedangkan birama yang penyebutnya ganjil disebut birama ternair. 

4.  Harmoni 

           Harmoni adalah sekumpulan nada yang bila dimainkan bersama-sama menjadi bunyi yang enak di dengar. Harmoni juga bisa di artikan sebagai suatu rangkaian akord-akord yang disusun selaras dan dimainkan sebagai iringan musik.  

5.  Tangga Nada  

          Tangga nada adalah deret nada yang disusun berjenjang dan dimainkan sebagai unsur penting dalam pertunjukan seni musik. Ada 2 jenis tangga nada, yaitu tangga nada diatonis dan tangga nada pentatonis. Tangga nada diantonis adalah tangga nada yang terdiri dari 7 buah nada dengan 2 jenis jarak (1/2 dan 1), sedangkan tangga nada diatonis adalah tangga nada yang terdiri dari 5 buah nada dengan jarak tertentu. 

 

 

 

 

6.  Tempo  

          Tempo adalah ukuran kecepatan birama lagu. Semakin cepat suatu lagu dimainkan, maka semakin besar juga nilai tempo dari lagu tersebut. Unsur-unsur seni musik yang satu ini digolongkan menjadi 8, yaitu Largo (Lambat Sekali), Lento (Lebih Lambat), Adagio (Lambat), Andante (Sedang), Moderato (Sedang Agak Cepat), Allegro (Cepat), Vivace (Lebih Cepat), dan Presto (Cepat Sekali). 

7.  Dinamik  

          Dinamika adalah tanda untuk memainkan nada dengan volume nyaring atau lembut. Di antara unsur-unsur seni musik yang lain, dinamika menjadi unsur yang paling kuat menunjukan perasaan yang terkandung dalam suatu komposisi musik. Dinamika penting untuk menunjukan apakah sebuah lagu memiliki nuansa sedih, riang, agresif, dan datar. Dinamika dinyatakan dalam bahasa latin yaitu piano yang menyatakan lembut dan forte yang menyatakan nyaring.  Dinamika dinotasikan dalam singkatan sebagai berikut f (forte), ff (fotissimo), fff (forte fortissimo), mf (mezzo forte), p (piano), pp (pianissimo), ppp (piano pianissimo), mp (mezzo piano), > (crescendo), dan < (decrescendo). 

8.  Timbre 

          Timbre adalah kualitas atau warna bunyi. Unsur seni musik satu ini keberadaannya sangat dipengaruhi sumber bunyi dan cara bergetarnya. Timbre yang dihasilkan alat musik tiup pasti akan berbeda dengan timbre yang dihasilkan dari alat musik petik, meskipun keduanya dimainkan dalam nada yang sama. 

 

B. Teori Musik 

Teori musik merupakan cabang ilmu yang menjelaskan unsur-unsur musik. Cabang ilmu ini mencakup pengembangan dan penerapan metode untuk menganalisis maupun menggubah musik, dan keterkaitan antara notasi musik dan pembawaan musik.[2] 

suara dinotasikan atau dituliskan dan bagaimana suara tersebut ditangkap dalam benak  pendengarnya. Dalam musik, gelombang suara biasanya dibahas tidak dalam panjang gelombangnya maupun periodenya, melainkan dalam frekuensinya. Aspek-aspek dasar suara dalam musik biasanya dijelaskan dalam tala (Inggris: pitch, yaitu tinggi nada), durasi (berapa lama suara ada), intensitas, dan timbre (warna bunyi). 

Suara dapat dibagi-bagi ke dalam nada yang memiliki tinggi nada atau tala tertentu menurut frekuensinya ataupun menurut jarak relatif tinggi nada tersebut terhadap tinggi nada patokan. Perbedaan tala antara dua nada disebut sebagai interval. Nada dapat diatur dalam tangga nada yang berbeda-beda. Tangga nada yang paling lazim adalah tangga nada mayor, tangga nada minor, dan tangga nada pentatonik. Nada dasar suatu karya musik menentukan frekuensi tiap nada dalam karya tersebut. Nada dalam teori musik diatonis barat diidentifikasikan menjadi 12 nada yang masing-masing diberi nama yaitu nada C,D,E,F,G,A dan B. Serta nada-nada kromatis yaitu Cis/Des, Dis/Es, Fis/Ges, Gis/As, dan Ais/Bes. 

C.     Pola Ritme 

Ritme (irama) adalah pengulangan ketukan atau bunyi berdasarkan sebuah pola tertentu yang ada dalam musik. Ritme merupakan rangkaian gerak yang beraturan dan menjadi unsur dasar dari sebuah musik.[3] 

Ritme pada dasarnya terbentuk dari pengulangi suatu bunyi, panjang pendek kata dalam suatu lagu, dan pergantian tekanan kata-kata dalam suatu syair yang ada pada sebuah lagu. Jadi, secara sederhana ritme diartikan sebagai penentu ketukan dalam musik. 

Macam-Macam Ritme  

Berikut ini adalah macam-macam ritme dalam bidang musik. 

       Ritme ritmis, yaitu tekanan tidak terikat pada ketukan. Contohnya permainan suling yang ada beberapa gendhing Jawa. 

       Ritme metris, yaitu tekanan on beat. 

       Ritme singkup, yaitu tekanan up beat. Contohnya permainan gambang pada ansambel Calung Banyumasan. 

       Ritme poliponi, yaitu penggabungan dari berbagai macam ritme. Contohnya adalah permainan hadroh atau terbangan. 

       Ritme resultant, yaitu penggabungan dua ritme saja. Contohnya permainan gender Jawa. 

       Ritme rhapsodik, yaitu bebas namun tersusun rapi. Contohnya musik tradisional gamelan kebyar dari Bali. 

Pola ritme dalam sebuah musik terdapat dua jenis, yaitu pola 2/4 dan 4/4. Ritme dengan pola 2/4 memberikan kesan dinamis dan membuat gerak menjadi lebih aktif mengikuti ketukan, apalagi jika musik yang dirancang sangat kelihatan bitnya. Dengan ritme 2/4 penari memiliki kecenderungan mengaktifkan kaki dan tangan sehingga enari lebih terbenam dalam ritme. 

Sedangkan jika musik menggunakan pola ritme 4/4 menjadikan badan dan torso menjadi lebih tenang, sehingga membuat tubuh menghayati geraknya. Pola ritme 4/4 bisa dibilang sangat nikmat untuk menghayati ungkapan-ungkapan yang bersifat gerak murni, bahkan jika apalagi melodi yang diterapkan menggambarkan ekspresi dari liriknya. 

Karakter Ritme  

Musik memiliki banyak sekali karakter ritme, baik itu yang kuat ataupun lemah. Musik dapat menjadi sangat teratur bila pola-pola akses diulang-ulang dan juga bisa menjadi tidak teratur bila aksesn-aksesnnya berubah-ubah secara terus menerus. Selain itu ritme juga bisa menjadi sangat sederhana jika pola-pola yang digunakan hanya terdiri dari beberapa nilai nada, dan bisa sangat kompleks atau rumit bila aksennya sangat beranekaragam serta pola ritmik muncul terus menerus. D. Notasi Musik  

Notasi musik adalah sistem penulisan karya musik. Dalam notasi musik, nada dilambangkan oleh not (walaupun kadang istilah nada dan not saling dipertukarkan penggunaannya). Tulisan musik biasa disebut partitur.[4]  

Notasi musik standar saat ini adalah notasi balok, yang didasarkan pada paranada dengan lambang untuk tiap nada menunjukkan durasi dan ketinggian nada tersebut. Tinggi nada digambarkan secara vertikal sedangkan waktu (ritme) digambarkan secara horisontal. Durasi nada ditunjukkan dalam ketukan. 

Terdapat pula bentuk notasi lain, misalnya notasi angka yang juga digunakan di negara-negara Asia, termasuk Indonesia, India, dan Tiongkok. 

 

Notasi balok 

 

Contoh notasi balok  

  

Unsur-unsur notasi balok 

Dalam notasi balok, sistem paranada bergaris lima digunakan sebagai dasar. Bersama dengan keterangan mengenai tempo, ketukan, dinamika, dan instrumentasi yang digunakan, not ditempatkan pada paranada dan dibaca dari kiri ke kanan. Durasi nada dilambangkan dengan nilai not yang berbeda-beda, sedangkan tinggi nada dilambangkan dalam posisi not secara vertikal pada paranada. Interval dua not yang dipisahkan satu garis paranada (yaitu berada pada dua spasi yang bersebelahan) seperti digambarkan pada ilustrasi di samping merupakan interval terts, sedangkan interval antara not pada spasi dengan not pada garis adalah interval sekunde. Tanda kunci pada awal paranada menunjukkan tinggi nada yang diwakili oleh garis dan spasi pada paranada tersebut. Pada gambar di samping, kunci-G digunakan, menandakan bahwa garis kedua dari bawah melambangkan nada g¹. Dengan demikian, interval terts pada gambar di samping adalah pasangan nada a1–c2, sedangkan interval sekunde merupakan pasangan nada a1–b1. 

Not-not yang melambangkan tinggi nada di luar jangkauan kelima garis paranada dapat digambarkan dengan menggunakan garis bantu yang diletakkan di atas atau di bawah paranada. 

 

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

BAB III  

PENUTUP  

  

A. Kesimpulan  

Etimologi kata “musik” berasal dari bahasa Inggris music. Sedangkan kata “music” berasal dari bahasa Yunani mousikê. Kata tersebut digunakan untuk merujuk kepada semua seni yang dipimpin oleh Muses. Namun, kebanyakan seni yang dipimpin oleh Muses berupa seni musik dan puisi. Kemudian di Roma, kata ars musica digunakan untuk mengistilahkan puisi yang menggunakan instrumen musik. 

Musik terdiri atas 8 unsur pembentuk. Unsur-unsur musik tersebut antara lain melodi, irama, birama, tangga nada, harmoni, tempo, dinamika, dan timbre 

Teori musik merupakan cabang ilmu yang menjelaskan unsur-unsur musik. Cabang ilmu ini mencakup pengembangan dan penerapan metode untuk menganalisis maupun menggubah musik, dan keterkaitan antara notasi musik dan pembawaan musik. 

Ritme (irama) adalah pengulangan ketukan atau bunyi berdasarkan sebuah pola tertentu yang ada dalam musik. Ritme merupakan rangkaian gerak yang beraturan dan menjadi unsur dasar dari sebuah musik. 

Notasi musik adalah sistem penulisan karya musik. Dalam notasi musik, nada dilambangkan oleh not (walaupun kadang istilah nada dan not saling dipertukarkan penggunaannya). Tulisan musik biasa disebut partitur 

 

B. Saran 

  .  Dengan adanya kajian mengenai Teori Musik, diharapkan agar pembaca/mahasiswa pada khususnya dapat memahami dengan baik bagaimana sebenarnya Teori musik, serta kaitannya dalam pelaksanaan pendidikan, sehingga jika menghadapi suatu permasalahan dalam pendidikan akan lebih mudah untuk menyelesaikannya. 

 

 

 

 

 

  

  

DAFTAR PUSTAKA  

  

  

https://bloggerbang-gans.blogspot.com/ 

 

https.dosen.ikipsiliwangi.ac.id Pendidikan-Seni-Musik-Teori-Musik-Pola-Ritme-dan-Notasi.pptx 

 

https://www.freedomsiana.id/arti-ritme/  http://partiturku-partiturku.blogspot.com/2011/08/notasi-musik.htm 

  



[1] https://bloggerbang-gans.blogspot.com/ 

[2] https.dosen.ikipsiliwangi.ac.id FPendidikan-Seni-Musik-Teori-Musik-Pola-Ritme-dan-Notasi.pptx 

[3] https://www.freedomsiana.id/arti-ritme/ 

[4] http://partiturku-partiturku.blogspot.com/2011/08/notasi-musik.htm 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MAKALAH MERENCANAKAN PENDIDIKAN KESEHATAN DAN KESELAMATAN ANAK

permohonan izin oprasional paud

MAKALAH PRAKTIKUM DAKWAH TAUSIAH TENTANG PERNIKAHAN