pahlawan nasional dan revolusi
Sekilas tentang Pahlawan Nasional
|
NO
|
GAMBAR PAHLAWAN NASIONAL
|
URAIAN
|
|
1
|
Lahir di
daerah Lampadang, wilayah Kerajaan Aceh, pada tahun 1848 dan meninggal dunia
di Sumedang, Jawa Barat, pada tanggal 6 November 1908, disemanyamkan di
Gunung Puyuh, Kabupaten Sumedang. Merupakan seorang Pahlawan wanita Nasional
Indonesia yang berasal dari wilayah Aceh yang ikut berjuang dalam melawan
penjajah Belanda pada waktu Perang di Aceh.
Cut Nyak
Dhien terlahir dari keluarga yang bisa dibilang kalangan bangsawan yang
sangat taat pada agama. Ayahandanya yang bernama Teuku Nanta Seutia,
merupakan seorang uleebalang. Beliau memperoleh pendidikan agama dan rumah
tangga yang terbilang sangat baik dari kedua orang tuanya dan juga para guru
agama. Mereka ini membangun kepribadian beliau yang mempunyai sifat
sabar/tabah, teguh pada pendirian, dan sangat tawakal.
|
|
|
2
|
![]() |
Beliau
dilahirkan di Kayu Tangi, Kesultanan Banjar tahun 1797, Pangeran Antasari
wafat di Bayan Begok, Hindia-Belanda pada tanggal 11 Oktober 1862 merupakan
Pahlawan Nasional Indonesia.
Pangeran
Antasari merupakan Sultan Banjar yang dinobatkan Pada 14 Maret 1862
untuk memimpin pemerintahan tertinggi pada Kesultanan Banjar yang
memperoleh gelar Panembahan Amiruddin Khalifatul Mukminin.
Perjuangan
dilakukan Pangeran Antasari beserta tiga ratus prajurit menyerbu
pertambangan batu bara yang dimiliki Belanda di Pengaron pada tanggal 25
April 1859. Setelah berjuang terus menerus di tengah-tengah rakyat tanpa
mengenal menyerah, Pangeran Antasari kemudian meninggal di
tengah-tengah pasukannya pada 11 Oktober 1862.
|
|
3
|
Ir.
Soekarno yang mempunyai nama lahir yaitu Koesno Sosrodihardjo yang di
lahirkan di kota Surabaya, Jawa Timur, pada tanggal 6 Juni 1901 dan wafat di
Jakarta, pada tanggal 21 Juni 1970 pada usia 69 tahun. merupakan Presiden
pertama republik Indonesia yang menjabat pada periode antara tahun 1945
samapi pada tahun 1966. Ia sangat berperan penting dalam usaha memerdekakan
bangsa Indonesia dari penjajahan bangsa asing. Ia merupakan Proklamator Kemerdekaan
bangsa Indonesia, bersama dengan wakilnya Mohammad Hatta yang terjadi pada
peristiwa pembacaan teks proklamasi tanggal 17 Agustus 1945. Soekarno
merupakan seorang yang pertama kali menggagas konsep dasar mengenai Pancasila
yang dijadikan sebagai dasar negara Indonesia dan beliau sendiri yang
memberikan nama Pancasila.
|
|
|
4
|
Dilahirkan
di daerah Desa Carangsari, Petang, di Kabupaten Badung, Bali, wilayah Hindia
Belanda, pada tanggal 30 Januari 1917 dan wafat di daerah Marga, kabupaten
Tabanan, provinsi Bali, Indonesia, pada tanggal 20 November 1946 pada umur
yang muda yaitu 29 tahun. merupakan seorang pahlawan Indonesia yang berasal
dari Kabupaten Badung, wilayah Provinsi Bali.
Ngurah Rai
terkenal karena mempunyai pasukan yang dinamai "TOKRING" KOTOK GARING
melakukan pertempuran/perang terakhir yang diketahi dengan nama perang
Puputan Margarana. (Puputan sendiri, mempunyai arti dalam bahasa bali, adalah
"habis-habisan", sedangkan dalam bahasa bali Margarana yang
memiliki arti "Pertempuran di Marga", Marga merupakan sebuah desa
di wilayah ibukota kecamatan di daerah pelosok Kabupaten Tabanan, wilayah
Provinsi Bali).
|
|
|
5
|
Dengan
nama kecil Raden Mas Soewardi Soerjaningrat setelah itu sejak tahun 1922
berganti nama menjadi Ki Hadjar Dewantara, dilahirkan di Provinsi Yogyakarta,
pada tanggal 2 Mei 1889 dan wafat di Daerah Istimewa Yogyakarta, pada tanggal
26 April 1959 pada usia 69 tahun merupakan aktivis pergerakan kemerdekaan
Bansa Indonesia, kolumnis (penulis untuk koran ataupun majalah), politisi,
dan pemrakarsa pendidikan bagi para kaum pribumi di Indonesia dari zaman
kolonial penjajahan Bangsa Belanda. Ia merupakan seorang pendiri Perguruan
Taman Siswa, ialah suatu lembaga pendidikan yang pada masa itu untuk
memberikan kesempatan bagi para orang - orang pribumi jelata untuk dapat
mendapatkan hak pendidikan yang sama seperti halnya para priyayi ataupun
orang-orang kolonial Belanda
|
Pahlawan Revolusi
NO |
GAMBAR PAHLAWAN REVOLUSI |
URAIAN |
1 |
|
Jenderal Ahmad Yani lahir di Purworejo pada tanggal 19 Juni 1922. Beliau
mendapatkan pendidikan formal di HIS (sekolah setingkat SD), MULO (Meer
Uitgebreid Lager Onderwijs/setingkat Sekolah Menengah Pertama) dan AMS (Algemne
Middelberge School/setingkat Sekolah Menengah Atas). Ahmad Yani
mengawali karir militernya dengan mengikuti wajib militer oleh pemerintahan
Belanda di Malang. Ketika pendudukan Jepang, Ahmad Yani gabung bersama PETA.
Prestasi Ahmad Yani di bidang militer cukup mengagumkan. Diawali dengan
menahan Agresi Militer pertama dan kedua Belanda, dilanjutkan dengan
mengalahkan pemberontak DI/TII, Operasi Trikora di Papua Barat dan Operasi
Dwikora menghadapi konfrontasi dengan Malaysia.
Ketika menjabat sebagai Menteri/Panglima Angkatan Darat, Ahmad Yani
menolak usul PKI yang menginginkan pembentukan Angkatan Kelima yaitu
dipersenjatainya buruh dan tani. Sehingga Ahmad Yani menjadi target
penculikan dan pembunuhan PKI dalam Gerakan 30 September. Tubuhnya yang penuh
luka tembak, dibawa dan dibuang ke sumur di Lubang Buaya.
|
2 |
|
Lahir di Purwokerto pada tanggal 2 Juni 1920, Letnan Jenderal Suprapto
menyelesaikan pendidikan formalnya di MULO dan AMS Yogyakarta. Suprapto
sering berpindah tugas. Mulai di Semarang sebagai Kepala Staf Tentara dan
Teritorial (T&T) IV/ Diponegoro, ditarik ke Jakarta sebagai Staff
Angkatan Darat dan kembali lagi ke Kementerian Pertahanan. Setelah
pemberontakan Permesta (Perdjuangan Rakjat Semesta) padam, Suprapto bermarkas
di Medan sebagai Deputi Kepala Staf Angkatan Darat untuk wilayah Sumatera.
Suprapto merupakan salah satu Perwira Tinggi yang menolak D. N. Aidit
ketika berpendapat membentuk Angkatan Kelima. Sehingga pada dini hari tanggal
1 Oktober 1965, Suprapto pun menjadi salah satu korban penculikan dan
pembunuhan PKI.
|
3 |
|
Letnan Jenderal M. T. Haryono lahir di Surabaya pada tanggal 20 Januari
1924. Ayahnya seorang asisten wedana di Gresik. Haryono mendapatkan
pendidikan formal di ELS (setingkat Sekolah Dasar), HBS (setingkat Sekolah
Menengah Umum) dan Ika Dai Gakko (Sekolah Kedokteran masa pendudukan
Jepang) di Jakarta, namun berhenti di tengah jalan.
Ketika di Jakarta, Haryono bersama pemuda lain berjuang mempertahankan
kemerdekaan. Dilanjutkan gabung ke TKR (Tentara Keamanan Rakyat). Pada
peristiwa Gerakan 30 September, Letnan Jenderal M. T. Haryono menjadi salah
satu korban kebiadaban PKI.
Jenderal bintang tiga ini sangat cerdas. Haryono seperti Bung Hatta
yang fasih beberapa bahasa asing yaitu Belanda, Inggris dan Jerman. Sehingga
Haryono sering menjadi perwira penyambung lidah dalam setiap perundingan.
Termasuk ketika KMB (Konferensi Meja Bundar), Haryono hadir sebagai
Sekretaris Delegasi Militer Indonesia.
|
4 |
|
Letnan Jenderal Siswondo Parman atau yang lebih dikenal dengan Letjen S.
Parman merupakan salah satu Pahlawan Revolusi. Parman diculik dan dibunuh PKI
karena menolak usul D. N. Aidit tentang dipersenjatainya buruh dan tani atau
disebut Angkatan Kelima. Terlebih lagi bahwa Parman merupakan tentara
intelijen yang tahu tentang gerak-gerik PKI.
Parman yang lahir pada tanggal 4 Agustus 1918 di Wonosobo mendapatkan
pendidikan Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengah Atas.
Parman pun masuk ke Sekolah Tinggi Kedokteran, namun tidak sampai mendapatkan
gelar dokter akibat Jepang telah menduduki wilayah Indonesia.
|
5 |
|
Mayor Jenderal D. I. Pandjaitan lahir di Balige, Sumatera Utara pada
tanggal 19 Juni 1925. Pandjaitan menyelesaikan pendidikan formalnya hingga
Sekolah Menengah Atas. Ketika Jepang tiba di Indonesia, Pandjaitan mengikuti
latihan Gyugun dan ditugaskan menjadi anggota Gyugun di
Pekanbaru.
Setelah kemerdekaan, Pandjaitan bersama pemuda lainnya membentuk TKR.
Karirnya di TKR terus naik, mulai dari komandan batalyon, kemudian menjadi
Komandan Pendidikan Divisi IX/Banteng di Bukittinggi, menjadi Kepala Staf
Umum IV (Supplay) Komandemen Tentara Sumatera dan menjadi Pimpinan Perbekalan
Perjuangan Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI) dan yang terakhir
adalah Asisten IV Menteri/Panglima Angkatan Darat (sebelumnya masih banyak
jabatan yang diembannya). Sebagai Perwira Tinggi, Pandjaitan menjadi target
penculikan dan pembunuhan oleh PKI.
|
6 |
|
Mayor Jenderal Sutoyo Siswomiharjo lahir di Kebumen pada tanggal 28
Agustus 1922. Beliau menyelesaikan belajar formalnya sebelum Jepang menduduki
Indonesia. Pada tahun 1945, Sutoyo gabung militer sebagai Polisi Tentara
Keamanan Rakyat yang merupakan cikal bakal Polisi Militer. Awal karir Sutoyo
di Polisi Militer yaitu sebagai ajudan Kolonel Gatot Soebroto, Komandan
Polisi Militer. Karirnya terus naik hingga dipercaya menjadi inspektur
kehakiman/jaksa militer utama.
Dini hari tanggal 1 Oktober 1965, Sutoyo diculik oleh PKI dan dibawa ke
markas mereka di Lubang Buaya. Di sana Sutoyo dibunuh dan tubuhnya dibuang ke
sumur tak terpakai.
|
7 |
|
Kapten Pierre Tendean merupakan ajudan Jenderal Abdul Haris Nasution
yang lahir pada tanggal 21 Februari 1939. Tendean mengawali karir militernya
menjadi intelijen. Ditugaskan sebagai mata-mata ke Malaysia sehubungan dengan
konfrontasi antara Indonesia dengan Malaysia.
Pada peristiwa G30S, Pierre yang disangka Jenderal A. H. Nasution
ditangkap dan dibawa oleh PKI ke Lubang Buaya. Disana Pierre dibunuh dan
dimasukan ke sumur tak terpakai bersama 6 Perwira Tinggi Angkatan Darat
lainnya. Pierre pun dianugerahi Pahlawan Revolusi.
|












Komentar
Posting Komentar